BERITA

Pertemuan Konvergensi Penurunan Stunting Aksi #2 (rencana Kegiatan) Tingkat Kabupaten Sumbawa

Rabu, 27 April 2022   eve   106  

Memperhatikan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting bahwa Percepatan Penurunan Stunting adalah setiap upaya yang mencakup intervensi spesifik dan intervensi sensitif yang dilaksanakan secara konvergen, holistik dan integratif dan berkualitas melalui Kerjasama multisektor di pusat, daerah dan desa. Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting adalah langkah-langkah 5 pilar yang berisi kegiatan untuk Percepatan Penurunan Stunting dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) melalui pencapaian target nasional prevelansi stunting yang diukur pada anak berusia di bawah umur. Ada 6 tujuan dalam STRANAS yaitu menurunkan prevalensi stunting, meningkatkan kualitas penyiapan kehidupan berkeluarga, menjamin pemenuhan asupan gizi, memperbaiki pola asuh, meningkatkan akses dan mutu pelayanan Kesehatan, dan meningkatkan akses air minum dan sanitasi.

Pelaksanaan Percepatan Penurunan Stunting meliputi Kelompok sasaran yaitu remaja, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan anak berusia 0 bulan sampai dengan 59 bulan. Adapun 5 pilar dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting meliputi Peningkatan komitmen dan visi kepemimpinan kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pemerintah desa; peningkatan komunikasi perubahan perilaku dan pemberdayaan masyarakat; Peningkatan konvergensi intervensi spesifik dan intervensi sensitif di kementerian/lembaga, pemerintah daerah dan pemerintah desa; Peningkatan ketahanan pangan dan gizi pada tingkat individu, keluarga dan masyarakat dan penguatan dan pengembangan sistem data, informasi, riset dan inovasi. Untuk melaksanakan Strategi Nasional tersebut disusunlah RAN-PASTI (Rencana Aksi Nasional Penurunan Angka Stunting di Indonesia) melalui pendekatan keluarga berisiko stunting.

Pemerintah Daerah Kabupaten Sumbawa telah melaksanakan upaya percepatan penurunan stunting melalui penguatan 8 aksi konvergensi dengan penguatan regulasi melalui Peraturan Bupati Sumbawa Nomor 97 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting di Kabupaten Sumbawa serta melibatkan OPD terkait, pemerintah desa, pemangku kepentingan dan partisipasi masyarakat dan melahirkan inovasi-inovasi. Adapun gerakan-gerakan dan inovasi yang telah dilaksanakan antara lain

  • Gegan Sapa Tumbang (Gerakan Cegah Stunting Melalui Sadar Pantau Tumbuh Kembang)
  • Kampaseh (Kampung Anak Sehat)
  • Karang Jatuh Sarea (Karang Remaja Tangguh Sehat Aktif Responsif)
  • GeraPe (Gerakan Calon Pengantin)
  • Kampung KB Stunting
  • Gesa PAUD HI (Gerakan Satu Desa 1 PAUD HI)
  • Gizi Ketupat (Gerakan Isi Piringku Empat Bintang) – Setiap makan dalam piring terdapat 2/3 dari ½ piring berisi nasi 2/3 dari ½ piring berisi sayur, 1/3 dari ½ piring berisi buah dan 1/3 dari ½ piring berisi lauk
  • Gera Mekar (Gerakan Menanam Kelor di Pekarangan)
  • Gera Sallina (Gerakan Menyayangi dan Melindungi Anak Usia Dini)
  • Go PAUD (PAUD Go Green and Clear (setiap siswa 1 pohon sayur yang ditanam, dirawat, disiram dan dimasak di sekolah
  • SusCATIN (Kursus Calon Pengantin)
  • Jango Desa (Pelayanan administrasi kependudukan jemput bola langsung ke Desa/kelurahan bagi masyarakat agar terpenuhi cakupan layanan dasar kepemilikan dokumen kependudukan dan sasaran penyandang disabilitas) dan
  • Forum GENRE (Generasi Remaja). 

 

Melalui kolaborasi dan konvergensi yang kuat serta gerakan inovasi dalam penurunan stunting, Kabupaten Sumbawa meraih Predikat Terbaik I untuk Pelaksanaan Aksi Konvergensi Tahun 2019 dan Terbaik III pada Tahun 2021. Pemerintah Provinsi NTB melalui Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Perwakilan BKKBN Provinsi NTB dan TP2S Provinsi NTB telah melaksanakan berbagai kegiatan sepanjang awal Tahun 2022 ini antara lain koordinasi lintas sektor dan lintas program dalam penurunan dalam upaya percepatan penurunan stunting, rapat kerja kesehatan daerah, pelatihan aplikasi elsimil, sosialisasi RAN PASTI. Untuk itu guna percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sumbawa pada Hari Selasa Tanggal 26 April 2022 bertempat di Ruang Sidang Lantai I Kantor Bupati Sumbawa melaksanakan Aksi 2 Konvergensi setelah sebelumnya dilaksanakan Pra Aksi dan Aksi 1. Pertemuan dibuka oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa Varian Bintoro, S.Sos, M.Si melalui daring, sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut antara lain Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa, dr. Hj. Nieta Aryanti dan Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Kabupaten Sumbawa, Yuni Ilmi Kurniati, S.STP, M.Si, serta dihadiri oleh OPD terkait yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Sumbawa, Perwakilan Universitas Samawa, Ketua Forum Kerukunan Antar Umat Beragama, Ketua Forum Kepala Desa se-Kabupaten Sumbawa, Ketua Forum Ka-UPT Puskesmas se-Kabupaten Sumbawa, dan stakeholder lainnya.

Masukan, saran dan pendapat dalam upaya percepatan penurunan stunting serta upaya-upaya perbaikan dalam pelaksanaan konvergensi disampaikan oleh peserta rapat, antara lain

  • penguatan pengabdian tridarma perguruan tinggi dalam mendukung gerakan percepatan penurunan stunting ini melalui kegiatan pengabdian masyarakat, penelitian, terkait Stunting, STBM, kampanye garam ber-yodium
  • hasil penetapan lokus stunting akan disampaikan dalam pertemuan Rektor se-Indonesia.
  • Penguatan pembinaan UKS
  • Gerakan hidup bersih melalui PHBS di sekolah dan madrasah Sehat Aksi Bergizi, dan pelatihan tenaga pendidik PAUD
  • Gerakan partisipasi masyarakat di wilayah UPT Puskesmas Unter Iwes
  • Gerakan satu telur satu hari untuk menambah kandungan gizi protein bagi anak-anak balita
  • dukungan dari FKUBD untuk mendorong umat beragam untuk mengadakan sosialisasi dan edukasi tentang pencegahan stunting
  • dukungan anggaran melalui APBD untuk pelaksanaan program dan kegiatan yang memadai dalam percepatan penurunan stunting sesuai bidang tugas dan fungsi masing-masing SKPD terkait.

Adapun hasil dari analisasi situasi terhadap penetapan desa lokus stunting dan rencana kegiatan keluaran pelaksanaan aksi satu dan aksi dua yaitu Desa Labuhan Sumbawa, Desa Karang Dima, Desa Labuhan Aji, Desa Bugis Medang, Desa Bajo Medang, Desa Sebotok (Kecamatan Labuhan Badas), Desa Labuhan Bajo, Desa Jorok (Kecamatan Utan), Desa Sukadamai (Kecamatan Labangka), Desa Rhee-Loka (Kecamatan Rhee), Desa Bao Desa (Kecamatan Batulanteh), dan Desa Mungkin (Kecamatan Orong Telu). Desa-desa tersebut akan ditetapkan dengan SK Bupati dan diharapkan program dan kegiatan dari perangkat daerah dapat diintervensi terhadap desa-desa yang menjadi lokus stunting baik intervensi Gizi Spesifik maupun intervensi Sensitif untuk percepatan penurunan stunting. Selanjutnya Kepala Bidang PPM Bappeda menyampaikan kepada seluruh peserta rapat agar memperkuat komitmen, sinergitas dan kolaborasi, koordinasi dan komunikasi untuk aksi konvergensi dalam pencegahan dan penanganan stunting dan mulai menyusun Rencana Kerja OPD tahun 2023 ke dalam SIPD sesuai dengan peran tugas dan fungsi masing-masing.

  • Share on :